BPPNFI Surabaya Juga Punya Lab Site Mobil yang kami tumpangi menderu keras menapaki jalanan desa yang menanjak. Cak Nargo, sopir senior Balai, mengendalikan Travello dengan sigap menghindari jalan yang berlubang, memasuki tikungan tajam dan menghindari lalu lalang kendaraan pengangkut sayur. Memasuki Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, terlihat di kanan kiri jalan, banyak teronggok sayuran yang siap angkut untuk dijual ke berbagai daerah, mengingat daerah ini merupakan salah satu pemasok sayuran yang ada di Jawa Timur.
Siang itu, di rumahnya Pak Azis, salah seorang perangkat Desa Ngabab, ramai oleh remaja yang sedang praktek membuat keripik jamur dengan didampingi pamong belajar BPPNFI Surabaya yang kebetulan bertindak sebagai tim pengembang model Desa Vokasi.
Canda tawa mengiringi aktivitasnya, namun tetap serius memperhatikan petunjuk pembuatan keripik jamur yang menggunakan mesin pengering. Mereka ini adalah warga belajar program Lab Site BPPNFI Surabaya, dimana cikal bakalnya, desa ini merupakan tempat uji coba pengembangan model yang kemudian ditindaklanjuti dengan program Desa Vokasi dengan berbagai sentra usaha yang dikelola oleh masyarakat peserta program.
“Harapannya, dengan adanya Lab Site ini, program-program yang telah dibina dan berjalan baik selama ini bisa semakin berkembang menjadi sebuah usaha ekonomi produktif.” Kata Hernawan saat mendampingi proses pengeringan jamur. Dikatakan pula bahwa budidaya jamur yang dilakukan di desa vokasi itu dikembangkan menjadi olahan dalam bentuk keripik jamur aneka rasa sebagai upaya diversifikasi dan menaikkan harga jual. Disinilah diperlukan ketekunan dan keseriusan dalam belajar menggunakan peralatan baru.
Yang jelas, untuk sukses, tentulah memerlukan proses panjang dengan menggunakan konsep ‘trian by error’ sehingga akan menemukan sebuah formula yang pas untuk pembuatan keripik jamur yang layak jual. “Untuk menuju sukses, tentulah butuh waktu, ketekunan, kerjakeras pantang menyerah serta rajin mencari peluang pasar untuk menawarkan produk.” Ucap Agus, nara sumber teknis yang juga sebagai ketua Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan ini saat mengomentari hasil percobaan yang kurang bagus dan mendorong untuk mencoba kembali sampai menemukan komposisi yang tepat.
Dari prosesi praktek dengan alat baru itu, tampak wajah-wajah ceria yang mempunyai keinginan kuat untuk maju, sedang keberadaan BPPNFI Surabaya hanyalah memfasilitasi dengan berbagai luncuran program yang bermanfaat dalam upaya memberdayakan masyarakat.
diakhir pertemuan, Bu Ningsih, Kasi FSD BPPNFI Surabaya mengatakan bahwa semangat anggota kelompok sangat menentukan maju tidaknya usaha yang dikelola secara bwersama di dalam Lab Site. Untuk itulah diperlukan motivasi yang kuat dari ketuanya yang kebetulan juga sebagai tokoh masyarakat setempat.
Gerimis kecil mulai turun membasahi dedaunan, kabut pun mulai menyelimuti desa, kami pun berpamitan. satu persatu saling bersalaman, berharap suatu saat kan bersua kembali untuk melihat keripik jamur yang siap jual di pasaran, dan yang lebih penting lagi adalah bisa melihat kegiatan yang ada di Lab Site berkembang sesuai konsep pemberdayaan. *[EBas/humas.ipabipusat_online]