Oleh Siti Donatirin, SP, M.Pd. *)

A. Pendahuluan

Para orangtua sering berpendapat, bahwa anak-anak belajar membaca di Sekolah Dasar (SD), kenyataannya banyak anak-anak sudah lancar membaca ketika anak-anak masuk taman kanak-kanak karena orang tuanya telah mengajarkan membaca pada anak-anak sejak dini.

Cara orangtua mengajar anak-anaknya berbeda dengan cara yang diberikan di Sekolah Dasar. Orang tua membantu anak-anak belajar membaca setiap hari, yaitu waktu mereka berjalan-jalan ke toko atau waktu mereka melihat rambu-rambu lalu lintas. Semua pengalaman tadi sudah merupakan pengetahuan yang bagus untuk belajar membaca. Membaca tidak bisa dikuasai dengan baik kalau pelajaran-pelajaran tersebut kita mulai dengan mengucapkan kata-kata atau suara-suara yang terpisah-pisah. Untuk bisa membaca yang dimaksudkan, mereka harus belajar melihat bagaimana cara membaca sesuai dengan kenyataan dalam kehidupan sehari-hari.

Bayangkan kalau kita mengajar anak-anak berbicara dengan menyuruh anak itu menirukan kata-kata atau suara-suara yang tidak ada hubungannya dengan makna yang kita tunjukkan. Anak tersebut mungkin bisa mengucapkan kembali kata-kata atau suara-suara itu, tetapi tidak bisa menggunakannya untuk berkomunikasi. Sambil bermain-main dengan menggunakan bahasa, anak-anak belajar banyak bagaimana cara membaca.

Anak yang pandai membaca adalah anak-anak yang mendapat banyak pengalaman dari bahan-bahan bacaan pada waktu mereka masih kecil. Mungkin pula dari orangtuanya yang suka membaca, apakah untuk tujuan menghibur atau mendapatkan informasi. Membaca sudah menjadi kebiasaan hidup sehari-hari sebelum mereka sekolah. Bahkan setelah anak-anak sekolah, orang tua dapat membuat cara bermacam-macam yang semuanya itu dapat membantu anak-anak mengarahkan ke kegiatan-kegiatan kelompok yang lebih besar. Walaupun sekolah-sekolah mungkin memiliki guru-guru yang lebih berdedikasi tinggi, pada dasarnya sekolah terpisah dari dunia luar yang jauh lebih besar. Anak-anak belajar apa saja yang mereka lihat dan lakukan dirumah dan di mana saja.

Berikut ini adalah beberapa ide bagi para orang tua yang ingin membantu anak-anaknya belajar membaca.

B. Cara Orang tua dan Guru Menumbuhkan Minat Baca Bayi

Berbincang-bincang dengan si bayi pada waktu dimandikan, bermain, mengganti baju atau popok atau pada waktu menyuapi mereka. Bahasa tersebut merupakan batu loncatan untuk pengembangan mereka.

Baca BMenyanyilah untuk mereka (si bayi). Nyanyian itu bisa berupa lagu-lagu kesukaan anda bisa juga lagu anak-anak. Gantunglah gambar-gambar yang berwarna-warni dan menarik diperaduan si bayi. Pilihlah bahan-bahan dari buku-buku yang mudah dimengerti dengan gambar-gambar yang cerah dan menarik perhatian si bayi. Bacalah sajak-sajak pada si bayi.

Bayi yang berumur 6-12 bulan suka memandangi apa saja, memasukkan apa saja ke mulut, ngetok-ngetok apa saja dan kapan saja. Buku-buku dari bahan-bahan dan kartu-kartu dari bahan kertas digunkan kelak kalau sudah saatnya belajar membaca.Tunjukkan dan sebut nama-nama gambar dibuku yang nampaknya menarik buat dia. Setelah beberapa kali menyebutkan nama-nama gambar selama beberapa minggu, cobalah tanyai si Bayi mengenai beberapa gambar, misalnya “mana beruang”. Si-anak menunjukkan ke salah satu gambar yang dia lihat. Mungkin juga si anak bertaya, “apa itu” sambil menunjuk ke gambar (walaupun ucapannya tidak jelas)”. Dengan tanya jawab demikian, kosa kata si anak akan cepat bertambah banyak.

Sebelum anak berusia 1 tahun, anak lebih suka memegangi buku (barang-barang) dari pada mendengarkan atau membacanya atau nampak jelas bagi kita apa yang menarik baginya saat itu. Anak-anak yang bisa tertawa-tawa waktu anda menceritakan atau mengucapkan sesuatu yang lucu, itu pertanda bahwa sudah saatnya untuk mengajak anak itu bermain-main.

Saat anak sudah bisa duduk dengan baik dan mudah, berikan mainan-mainan yang tidak mudah pecah/patah dan ngobrollah dengannya mengenai benda-benda yang sedang dipegangnya atau benda-benda yang sedang dipegangnya atau benda benda yang sedang diperhatikan.

Kalau anda pergi ke restaurant yang menggunakan hiasan bergambar beritahukan kepadanya mengenai gambar-gambar itu. Anak boleh pegang-pegang daftar makanan yang bersampul plastik/dilaminating.

Sianak duduk dipangkuan anda atau dikursi khusus buat anak sambil memperhatikan apa yang anda lakukan waktu memesan makanan. Beritahukan pada si anak apa yang sedang anda lakukan. Anak-anak yang berumur kira-kira 1 (satu) tahun sudah bisa mulai bermain-main dengan barang-barang yang bisa untuk menulis yang ujungnya tumpul seperti krayon yang besar untuk menulis/mencoret-coret di kertas yang kita sediakan buat dia.

Berikan majalah kepada anak sewaktu anda membaca majalah. Awasi jangan sampai kertas majalah yang dia pegang dimakan/dimasukkan ke mulut.

Pada saat berumur 1 (satu) tahun anak-anak sudah bisa mulai memperhatiakan huruf-huruf, sebutkan huruf-huruf tersebut, bacakan kata-katanya dan beritahukan maksudnya.

C. Cara Orang Tua dan Guru Menumbuhkan Minat Baca Toodler

Anak yang sudah mulai bisa bicara akan banyak bicara “apa itu” atau “itu apa”. Betulkan pertanyaan yang tidak jelas sebelum menjawab pertanyaanya. Cerita-cerita dapat membantu anak menuju ke keadaan istirahat dari suasana kegiatan-kegiatan. Kita telah mengetahui bahwa saat menjelang tidur anak suka membaca atau mendengar cerita-cerita dari buku.

Baca CAnak yang sudah mulai bisa bicara tidak bosan-bosannya mendengarkan cerita-cerita itu walaupun telah beberapa kali dia dengar. Kadang-kadang kita suruh dia membaca cerita itu sendiri kemudian kita mengomentari/beri tambahan makna, menjelang cerita itu berakhir atau bisa juga anak-anak kita suruh melanjutkan ceritanya dengan cara menyuruh menunjuk pada gambar-gambar yang tepat atau melanjutkan cerita itu dengan kata-kata yang tepat.

Anak-anak pada tahap tersebut juga suka menggambar dan menulis. Kita bisa menggambar kertas yang tidak terpakai, misalnya dengan menggunakan kertas-kertas bekas komputer. Berikan spidol atau pensil-pensil berwarna dan tempat menggambar atau menulis. Beritahukan bahwa tembok atau tempat-tempat lain adalah bukan tempat menggambar atau menulis. Bila perlu berikan atau sediakan kertas baru tempat menggambar atau menulis.

Ajaklah anak-anak yang sudah mulai membaca ke perpustakaan atau ke toko buku dan memilih buku-buku. Beberapa perpustakaan membuka perpustakaan pada jam-jam tertentu untuk anak-anak.

Perluas wawasan anak-anak dengan mengajak mereka jalan ke tempat-tempat yang menarik–tontonan pawai, tempat mencukur bulu domba – dan ajaklah mereka berbincang-bincang mengenai apa yang telah/sedang terjadi atau dilihat. Bacakan dan tunjukkan poster-poster yang anda lihat. Sebelum berangkat jangan lupa memberitahukan apa rencana anda, atau apa yang akan dilakukan baik oleh teman-teman sanak saudaranya. Jangan lupa membacakan kartu-kartu atau surat-surat itu kepada anak-anak pada waktu surat-surat atau kartu-kartu itu sampai.

D. Cara Orang Tua dan Guru Menumbuhkan Minat Baca Prasekolah

Mungkin sekarang anak-anak sudah hafal cerita-cerita yang ada ceritanya. Namun kadang-kadang anak-anak masih minta diceritakan lagi cerit-cerita tersebut. Kalau anda membacakan atau menceritakannya, salah satu anak akan protes dan membetulkannya. Ini merupakan tahapan yang penting bagi anak yang sedang belajar membaca. Belikan lagi buku-buku cerita yang baru. Simpan buku-buku cerita yang lama. Pada saat ini, berbelanja merupakan cara yang bagus sekali untuk membantu anak-anak mengenal buku cetak. Anak-anak ini bisa memilih sendiri. Memasak juga merupakan cara yang bagus untuk menunjukkan pada anak bagaimana melakukan apa yang tertulis dalam resep masakan. Tunjukkan pada anak apa yang anda baca pada resep tersebut. Lalu suruh anak melakukan apa yang dikatakan resep tersebut.

Waktu makan diluar (restauran) bacakan apa yang tertulis di serbet, tatakan piring/gelas dan tulisan-tulisan apa saja yang ada kepada anak-anak. Permainan yang tertulis di tatakan diperuntukkan bagi anak-anak yang lebih besar, sedang anak-anak yang lebih kecil bisa menggambar atau coret-coret di kertas.

Bacakan dan tunjukkan bagaimana cara memainkan permainan, misalnya: domino, petak umpet, ular tangga, dll, jangan menuntut anak-anak bisa bermain dengan tepat. Mungkin mereka menafsirkan peraturan-peraturan bermain itu secara berbeda.

Baca DAnak usia 4-5 tahun mungkin banyak menanyakan bahan-bahan tercetak yang ada di buku. Mungkin anda juga bisa menanyakan mana yang mengatakan “ini” atau “itu” dalam buku/gambar di buku. Buku-buku dengan gambar-gambar yang ada tulisannya bisa untuk mengembangkan cara membaca kata-kata.

Bantulah anak-anak membuat kartu-kartu ucapan. Anak-anak ada yang suka mencontoh apa yang sudah ada. Bisa juga dia minta tolong bagaimana menuliskan kata-katanya – Ejakan huruf per huruf – Sekarang kita bisa menyediakan materi-materi berupa lukisan. Kita sudah bisa mulai menggunakan mesin ketik dan komputer untuk mendorong keterampilan menulis.

Gunakan huruf-huruf bermagnit (yang bisa ditempel/lepas) untuk mengeja kata-kata. Anda juga bisa membuat kata-kata yang bisa mereka tulis/contoh.

  1. Kiat-Kiat Menumbuhkan Minat Baca Pada Anak Usia Prasekolah dan Pemula
  2. Pastikan bahwa kecintaan adalah tujuan pendidikan yang terpenting bagi anak-anak anda.
  3. Tunjukkan bahwa anda menghargai membaca, tidak hanya sekedar lewat kata-kata.
  4. Jangan terlalu cemas tentang penetapan jadual membaca bagi anak-anak anda. Kalau mereka cinta baca, mereka akan meluangkan waktu untuk melakukan hal itu.
  5. Jangan terlalu cemas untuk membuat anak-anak anda hanya membaca buku-buku yang “baik”.

Daftar Pustaka

Anggani Sudono. (1995). Alat permainan dan sumber belajar TK. Jakarta: Dikti- Depdikbud

Agus Hariyanto. (2009). Membuat Anak Anda Cepat Pintar Membaca. Yogyakarta: Diva Pres

Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini. (2005). Seri bahan belajar pendidik/pengelola kelompok bermain. Pengembangan metode dan sarana permainan. Jakarta : Depdiknas

Siti Donatirin*) Siti Donatirin, SP, M.Pd. adalah pamong belajar muda pada Balai Pengembangan Kegiatan Belajar Daerah Istimewa Yogyakarta.