IMG-20140120-00378Setiap akhir program, selalu saja disudahi dengan acara monitoring dan evaluasi (monev) kepada lembaga penyelenggara program pendidikan nonformal (PNF), dalam rangka ‘melihat dan menanyakan’ pelaksanaan program secara langsung di lapangan. Sukur-sukur dalam acara itu, petugas bisa bertemu langsung dengan pengelola, nara sumber dan warga belajar. Disamping untuk memperlancar  prosesi pengisian instrument, juga bisa mendengar langsung ‘pengalama’ mereka dalam menikmati program, baik suka maupun dukanya, serta harapan-harapan ke depannya, sebagai bahan rekomendasi dari petugas kepada atasannya.

Hal itu juga dilakukan oleh karyawan BPPAUDNI Regional II, Surabaya, yang secara merata terlibat semua berkunjung ke lembaga mitra penerima dana program pendidikan nonformal, di berbagai daerah dengan aneka jenis program yang diselenggarakan oleh mitra sesuai dengan potensi PNF yang prospektif ditindak lanjuti secara mandiri.

Salah satu sasaran monev adalah PKBM Al-Hikmah, yang berlokasi di wilayah Kecamatan Karang penang, Kabupaten Sampang. Lembaga yang di pimpin oleh Ustad Raden Dhahibur Rahman Bahmas ini menyelenggarakan program pendidikan masyarakat yang meliputi, Pendidikan Keaksaraan, Pendidikan Kesetaraan, PAUD, KBU, PKM, TBM, Komunitas Budaya, Kursus dan Pelatihan.

“Semua program yang kami laksanakan, selalu menggunakan pendekatan kultural Madura yang kental dengan Susana religinya. Dengan sentuhan seni dan budaya itulah warga belajar tumbuh semangatnya untuk mengikuti semua program sesuai arahan tutornya,” Kata ketua PKBM saat menjelaskan pelaksanaan program sambil menandatangani SPPD.

Terkait dengan upaya memandirikan PKBM, masih menurut alumni SMA Bangkalan ini, beberapa unit usaha sudah dimiliki dan dikelola dengan melibatkan seluruh mantan warga belajar, diantaranya produksi genteng yang pemasarannya sudah sampai ke wilayah Kabupaten Probolinggo, Lumajang dan Jember, disamping lokal Madura sendiri. Juga ada usaha pengisian air isi ulang, bengkel dan pembibitan anekan tanaman untuk penghijauan. Hal ini sesuai dengan Visi PKBM Al-Hikmah, membentuk masyarakat cerdas, terampil, mandiri, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur serta produktif dengan memanfaatkan potensi lokal.

“Rencananya, nanti setelah bendungan di desa kami telah selesai, PKBM akan mencoba bekerjasama dengan pemda untuk menggarap wisata air dan memanfaatkan hutan rakyat untuk kegiatan wisata alam. Tak lupan kami juga menyiapkan kuliner serta aneka souvenir dan camilan khas Madura dengan memberdayakan perempuan di daerah kami. Andai ini benar-benar terjadi, maka akan tercipta peluang usaha dan perputaran ekonomi yang dinamis sekaligus berdampak pada tingkat kesejahteraan masyarakat, khususnya warga binaan kami. Untuk itulah saat ini kami sedang mengajak warga desa sini untuk menanami aneka pohon di tepi jalan agar tampak asri, sebagai salah satu penunjang desa wisata” Kata pemilik mobil Carolla warna putih yang masih tampak terawat.

Kegiatan monev yang dilakukan pada hari senin (20/1) itu berjalan dengan lancer dan santai penuh rasa  kekeluargaan. Setelah prosesi pengisian instrument selesai, petugas monev pun berkesempatan melakukan tanya jawab langsung dengan beberapa warga belajar dan nara sumbernya. Dari jawaban-jawaban yang spontan itu, terlihat bahwa mereka benar-benar melaksanakan program sesuai dengan aturan main yang disepakati.

Gus Dhahib, begitu biasa dipanggil oleh santrinya, juga menjelaskan bahwa beberapa model yang disusun oleh pamong belajar BPPAUDNI Surabaya sudah diaplikasikan dalam pembelajaran di PKBM, namun perlu disesuaikan dengan karakter dan kondisi masyarakat setempat, mengingat model itu bahasanya terlalu tinggi. Namun tidak dijelaskan apa yang dimaksud dengan bahasa yang terlalu tinggi buat warga belajar di pedesaan.

“Mudah-mudahan silaturahim ini bisa berlanjut melalui program-program pendidikan nonformal tahun 2014 yang bisa diakses oleh lembaga mitra, sekaligus berharap agar BPPAUDNI Surabaya di tahun ini bisa mengadakan program diklat pengelola untuk lembaga mitra agar dalam pelaksanaan program ke depan semakin baik.” Ujarnya mengakhiri kegiatan monev program pendidikan nonformal tahun 2013. [edibasuki/humasipabi_online]