Sukolilo-20140109-00359Mulyono, seorang pamong belajar senior di SKB Kabupaten Situbondo, dalam postingannya tanggal 11 februari 2015 mengatakan bahwa Telah Dibebaskan sementara dari Jabatan, 3 Pamong Belajar SKB Kabupaten Situbondo dan 8 Penilik PNF Dinas Pendidikan Kabupaten Situbondo karena tidak bisa mengumpulkan angka kredit yang dipersyaratkan. Sungguh, sebuah postingan yang menarik dan mungkin baru pertama ini terjadi di jagat pamong belajar dan penilik Indonesia, yang dengan tegas memberi sanksi pembebasan sementara kepada mereka yang tidak bisa memenuhi angka kredit untuk kenaikan pangkat.

Sungguh, sebuah ketegasan sekaligus ancaman bagi pamong belajar dan penilik lainnya. Sebuah tanda yang diberikan oleh atasan bahwa kinerja pamong belajar dan penilik harus diperbaiki bahkan ditingkatkan agar bisa mencapai target tupoksi yang telah diatur dalam perundangan. Kasus yang selama ini muncul adalah kemalasan yang menghinggapi mereka dalam upaya mengumpulkan bukti fisik yang dipersyaratkan untuk ngurusi kenaikan pangkat dan jabatan. Disamping itu juga kurang meratanya distribusi surat tugas yang diberikan pimpinan untuk melaksanakan tupoksinya. Masalah inilah yang menjadi alasan mengapa banyak pamong belajar dan penilik terkendala dalam pengumpulan, penilaian dan penetapan angka kredit.

Pasal 16 ayat (2) Permenpan RB Nomor 15 Tahun 2010, menyebutkan bahwa penilaian dan penetapan angka kredit terhadap setiap Pamong Belajar dilakukan paling kurang 1 (satu) kali dalam setahun. Artinya, naik pangkat/jabatan atau tidak pamong belajar wajib mengajukan penilaian angka kredit setiap tahunnya. Artinya jika pamong belajar dan penilik rajin mendokumentasikan semua kegiatan, tentulah sebutir demi sebutir angka kreditnya bisa terlupa. Seperti kata pepatah, sedikit sedikit lama lama menjadi bukit. Namun jika mereka gagal memenuhi kewajibannya, maka urut-urutan hukumnya adalah, diperingatkan, diberhentikan sementara dan akhirnya dicopot dari jabatan fungsional, dikotak menjadi staf TU yang otomatis usia pensiunnya cukup 58 tahun.

Hal ini seperti yang termaktub dalam Permendikbud nomor 39 tahun 2013, tentang jabatan fungsional pamong belajar dan angka kreditnya. Di situ dkatakan bahwa, (1) Pamong belajar pertama, pangkat penata muda, golongan ruang III/a, sampai pamong belajar madya, pangkat Pembina tingkat I, golongan ruang IV/b, dibebaskan sementara dari jabatannya apabila telah 5 (lima) tahun dalam jabatan terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi bagi pamong belajar yang jabatannya lebih rendah dari jabatan yang setara dengan pangkat yang dimiliki. (2) Pamong belajar pertama, pangkat piñata muda, golongan ruang III/a, sampai pamong belajar madya, pangkat Pembina tingkat I, golongan ruang IV/b, dibebaskan sementara dari jabatannya apabila telah 5 (lima) tahun dalam pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi bagi pamong belajar yang akan mendapatkan kenaikan pangkat pertama sejak diangkat dalam jabatan terakhir. (3) Pamong belajar pertama, pangkat piñata muda, golongan ruang III/a, sampai pamong belajar madya, pangkat Pembina tingkat I, golongan ruang IV/b, dibebaskan sementara dari jabatannya apabila telah 5 (lima) tahun dalam pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit kumulatif untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi bagi pamong belajar yang pernah mendapatkan kenaikan pangkat sejak diangkat dalam jabatan terakhir.

Selain itu, pamong belajar bisa dibebaskan sementara dari jabatannya, apabila; (a) Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau berat berupa penurunan pangkat. (b) Diberhentikan sementara sebagai pegawai negeri sipil. (c) Dibebas tugaskan secara penuh diluar jabatan pamong belajar. (d) Menjalani cuti diluar tanggungjawab Negara, kecuali persalinan ke empat dan seterusnya, (e) Tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan.

Pembebasan sementara bagi pamong belajar sebagaimana dimaksud didahului dengan peringatan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit, yaitu 6 (enam) bulan sebelum batas waktu pembebasan sementara diberlakukan. Dalam aturan itu pun juga dijelaskan bahwa pamong belajar yang dibebaskan sementara, dalam menjalani hukuman tetap melaksanakan tugas pokok dan dinilai serta ditetapkan angka kreditnya.

Selama ini, yang sering terjadi adalah, ketika seorang pamong  belajar( maupun penilik?) yang bermasalah dalam pengumpulan angka kredit, cukup dibijaksanai dengan diberi kesempatan seluas-luasnya mencari butir-butir angka kredit dari mana saja tentang apa saja sesuai dengan rambu-rambu yang berlaku. Bahkan jika kepepet, pimpinan dengan penuh kasih membantu. Apalagi jika yang bermasalah itu mereka yang “disayangi” sebagai “anak emasnya”, pimpinan pasti akan dibantu sepenuhnya.

Memang, tupoksi pamong belajar (dan mungkin juga penilik) masih banyak yang belum bisa dilaksanakan oleh semua pamong belajar. artinya, hanya orang-orang tertentu dan terpilih saja yang bisa melaksanakan semua tupoksi, misalnya kegiatan belajar mengajar, pengkajian program, pengembangan profesi, dan mengikuti aneka diklat gratisan dari pusat, yang undangannya sering diperebutkan karena fasilitasnya yang bergengsi. Sementara yang lainnya pun mencoba melaksanakan secara mandiri sesuai keyakinan dan kepercayaannya masing-masing, yang penting bisa diangka kreditkan.

Mungkin, agar peristiwa Situbondo tidak terjadi lagi dan menular ke daerah lain, ada baiknya jika pamong belajar dan penilik meningkatkan budaya gotong royong, membangun jiwa korsa yang kuat untuk saling mengingatkan dan membantu kesulitan dalam pengumpulan dan penyusunan angka kredit.

Tidak ada salahnya jika secara berkala mengadakan kegiatan bersama, pertemuan saling kabar-kabari dalam rangka kelancaran pelaksanaan program yang benar-benar bermutu dan bermanfaat bagi sasaran program maupun karier pamong belajar dan penilik. Disamping itu, hendaknya pamong belajar dan penilik juga harus membangun komunikasi yang indah dengan pejabat diatasnya, agar tidak ada lagi yang diberhentikan sementara. Karna berhenti sementara itu sakitnya ada disini…..[edibasuki/humasipabi_online]