Sukolilo-20140127-00401Konon, dalam rangka membuktikan kajian-kajian lab site yang disusun dan diwacanakan oleh pamong belajar BPPAUDNI Regional II Surabaya, itu layak terap atau hanya indah pada tataran konsep, maka Kepala Balai menantang agar pamong belajar yang diberi tugas menangani program Lab site benar-benar bisa menampakkan hasil kajiannya kedalam aksi nyata sesuai keyakinan yang dipercayai, tentu dengan dukungan dana yang memadai (tapi belum dibayarkan, kata salah seorang anggota tim Lab site).

Dwi Ari Muzaki dan kawan-kawan yang ditunjuk pun segera merapatkan barisan, mengkondisikan semangat Lab site dengan mengumpulkan warga belajar (yang konon pernah terdaftar sebagai peserta program keaksaraan dasar), untuk mengadakan pembelajaran Lab site berbasis model keaksaraan ekonomi yang pernah dikembangkan pamong belajar BPPAUDNI Surabaya, tentunya dengan modifikasi disana sini agar lebih layak terap.

Seperti kegiatan lainnya, program Lab site ini pun didahului dengan kegiatan identifikasi untuk menyaring calon warga belajar, kemudian dilanjutkan dengan orientasi dan pembelajaran intensif. Walau dalam program Lab site ini tujuannya membuat usaha ekonomi secara berkelompok (dalam hal ini yang dipilih adalah membuka usaha warung makan), namun tetap menjaga dan meningkatkan kemampuan calistung warga belajarnya agar semakin berdaya.

Dengan kata lain, dapatlah dikatakan bahwa tujuan Lab site ini berupaya meningkatkan kesejahteraan melalui usaha ekonomi produktif melalui pendidikan keaksaraan, sehingga nantinya warga belajar bisa mandiri, tumbuh kesadarannya akan pentingnya pendidikan dan keterampilan dalam meningkatkan mutu hidupnya, untuk kemudian mampu berpartisipasi dalam pembangunan di daerahnya melalui pendidikan nonformal. Untuk itulah peran aktif warga belajar merupakan modal keberhasilan program Lab site, sehingga pemilihan warga belajar dan penentuan bidang usaha harus benar-benar diperhitungkan dengan seksama.

Pembentukan Lab site kali ini, dengan seijin Pak Piu, Kepala BPPAUDNI Surabaya, menempati salah satu ruangan Balai yang tepat di pinggir jalan, bersebelahan dengan toko koperasi “Kekal Bhakti”, milik karyawan Balai, yang keberadaannya sangat vital bagi kehidupan karyawan sebagai tempat utang dadakan jika karyawan Balai kepepet keuangan. Tempatnya strategis untuk sekedar ngopi, sarapan maupun sejenak istirahat karyawan yang melepas penat, menyusun SKP yang padat dan dirasa berat.

Menu yang dijual cocok dengan selera karyawan, termasuk harganya sangat berkawan. Hanya karena masih baru dan dalam tahap belajar, maka pelayanannya kadang masih agak kaku, kurang cepat, sering kedodoran ketika banyak pelanggan yang rebutan minta dilayani. Inilah yang selalu dipantau oleh Siti Fathonah dan Yulia Kartika, yang diperintah Dwi Ari Muzaki untuk mendampingi dan mengawasi proses belajar usaha warungan, sehingga warga belajar merasa ditemani dan benar-benar memiliki pengalaman nyata sebagai penjual warung makan dalam melayani pelanggan secara profesional.

Secara berkala tim Lab site yang diketuai oleh Dwi Ari Muzaki, berkumpul bersama membahas perkembangan aktivitas warga belajar, serta merencanakan perlakuan-perlakuan untuk pembinaan kepada warga belajar. Materi kewirausahaan, pelayanan kepada pelanggan, kebersihan dan variasi menu, penataan ruangan, kiranya penting untuk dikuasai warga belajar. Semua ini demi keberlangsungan dan kelestarian program Lab site, sehingga keberadaannya layak dicontoh oleh lembaga mitra Balai, maupun dapat menginspirasi mantan peserta program keaksaraan usaha mandiri, agar mampu memanfaatkan modal usaha yang diberikan , sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan keluarga.

Lab site sebagai program percontohan, sudah tentu harus mendapat perlakuan ekstra, segala perkembangan harus dicatat, semua kekurangan harus segera disiskusikan untuk dicarikan solusi. Kalau perlu, konsumen warung di kondisikan sedemikian rupa dengan berbagai karakter. Misalnya, ada yang tidak sabaran, ada yang selalu mencela, rasanya kurang ini, terlalu asin, kurang bumbu, pun ada yang bilang terlalu sedikit, pelayanan kurang cepat dan sebagainya. Semua itu dalam rangka membentuk mental kewirausahaan, sabar, ulet, tabah dan mau untuk belajar menerima masukan sambil terus bekerja.

Konon, Lab site yang baik itu harus bisa di duplikasi ke tempat lain yang mempunyai kemiripan karakteristik atau diaplikasikan ke daerah lain dengan penyesuaian-penyesuaian secukupnya, dalam rangka memberdayakan masyarakat. Oleh karena Lab site ini berbasis pemeliharaan keberaksaraan, maka harapannya bisa menginspirasi upaya pelestarian keberaksaraan mantan peserta keaksaraan dasar dan keaksaraan usaha mandiri, sekaligus menyemangati tutor dan pengelola keaksaraan agar bisa berbuat seperti apa yang diperbuat oleh tim Lab site BPPAUDNI Surabaya yang selalu unggul dalam karya yang layak menjadi percontohan bagi lembaga mitra penyelenggara pendidikan nonformal. [edibasuki/humas.ipabipusat_online]