Oleh Siti Donatirin, SP. M.Pd.

A.  Pentingnya Stimulasi bagi Anak Usia Dini

Stimulasi 1Tumbuh kembang anak pada tahun-tahun pertama sangat penting karena merupakan dasar pembentukan kecerdasan. Bila anak distimulasi sejak dini maka perkembangan otak kiri dan otak kanan anak akan berkembang secara optimal, tetapi bila tidak distimulasi maka serabut-serabut otak tidak akan berkembang dengan baik. Untuk itu orangtua perlu mengetahui cara-cara menstimulasi agar seluruh aspek perkembangan anak optimal sesuai tahap usianya. Aspek perkembangan meliputi: motorik kasar, motorik halus, bahasa, kognitif, sosial, emosional. Stimulasinya bersifat holistik, artinya menyeluruh mencakup pendidikan, kesehatan dan gizi. Pemberian stimulasi perlu dilakukan secara berulang dan terus menerus dalam suasana dan cara yang penuh kasih sayang dan menyenangkan antara lain dapat dilakukan dengan cara bermain yang bermakna bagi anak.

B. Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak melalui Bermain

Stimulasi 2Bermain merupakan kebutuhan dasar bagi proses tumbuh kembang anak. Melalui bermain anak dapat menyalurkan kelebihan energy yang dimiliki, memenuhi keinginan yang beragam, memperoleh kepuasan, mengembangkan kreativitas dan imajinasi anak. Bermain juga dapat membantu anak memahami dunianya sendiri, lingkungan sekitar, melatih anak tentang berbagai konsep, mengasah pikiran dan perasaan anak. Semua ini dapat dilakukan anak secara berulang-ulang,sehingga menimbulkan rasa senang tentu saja memerlukan waktu yang cukup panjang.

Manfaat bermain bagi pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini:

  1. Belajar mengontrol emosi
  2. Mengekspresikan perasaan
  3. Memperkuat kemampuan motorik halus (kelenturan jari jemari) untuk persiapan menulis
  4. Memperoleh kesempatan untuk memecahkan masalah
  5. Memiliki keterampilan social seperti kerja sama, tolong menolong
  6. Memperoleh kesempatan untuk mencoba hal baru
  7. Berkesempatan untuk berkomunikasi dengan teman sebaya atau orang lain
  8. Menambah kosa kata baru yang dapat menunjang kesiapan anak untuk membaca
  9. Mengembangkan kreativitas anak

C. Peran keluarga dalam optimalisasi tumbuh kembang anak

Ki Hajar Dewantara dan juga beberapa tokoh pendidikan lainnya mengingatkan pada kita bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama. Didalam keluarga peran orangtua sebagai pendidik bagi putra putrinya sangatlah menentukan.

Stimulasi 3Begitu pentingnya peran orang tua dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan anak maka orang tua dan keluarga perlu memahami setiap fase tumbuh kembang anak dan memenuhi kebutuhan anak pada setiap fase tumbuh kembang tersebut. Artinya orangtua/keluarga tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan pertumbuhan anak secara biologis, tetapi  harus memenuhi perkembangan mental anak-anaknya. Orangtua perlu memahami cara mendidik anak yang tepat karena kekeliruan dalam mendidik anak pada usia dini akan sulit diperbaiki di kemudian hari. Oleh karena itu peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap perilaku orangtua terhadap masalah tumbuh kembang anak sangatlah diperlukan.

D. Kegiatan Stimulasi Tumbuh Kembang Anak Usia Dini

  1. Usia 0-3 bulan
Ciri-Ciri Perkembangan
Anak mengembangkan kemampuan merasakan, mendengar, melihat dan menggerakkan tubuhnya.
Karakteristik

(tingkat pencapaian) Perkembangan

Contoh kegiatan yang dapat dilakukan oleh orang tua
Anak mampu :

  • Tengkurap-terlentang sendiri
  • Menatap benda-benda disekitarnya
  • Bersuara/bergumam dan tersenyum spontanMengangkat kepala dan dada ketika ditengkurapkan
  • Menegakkan kepala ketika didudukkan
  • Menggerakkan kepala ke kiri dan ke kanan
  • Tertawa/berteriak
  • Memeluk, mencium, menimang dan mengayun bayi
  • Menggulingkan bayi ke kanan dan ke kiri
  • Mengajak bayi tersenyum, berbicara dan bersenandung
  • Gendong bayi menghadap depan
  • Memangku sambil berbicara dan memperlihatkan mainan

 

  1. Usia 3-6 bulan
Ciri-Ciri Perkembangan
Anak mampu mengkoordinasikan panca inderanya untuk mengenali benda-benda dan orang-orang sekitarnya.
Karakteristik (tingkat pencapaian) Perkembangan Contoh kegiatan yang dapat  dilakukan oleh orang tua
Anak mampu:

  • Duduk dengan bantuan
  • Merangkak
  • Memegang benda dengan dua tangan
  • Memasukkan benda-benda ke mulutnya
  • Memindahkan benda dari tangan kanan ke tangan kiri dan sebaliknya
  • Menoleh ke sumber suara
  • Meraih mainan ketika diterlentangkan
  • Tersenyum apabila diajak bermain orang lain
  • Memperdengarkan bunyi-bunyian
  • Bermain cilukba, melihat wajah di cermin
  • Mengayunkan benda untuk melatih fokus pandangan anak
  • Memberian mainan yang dapat diraih dengan cara merangkak
  • Memberikan benda-benda yang dapat diraih anak (misalnya kotak kecil, bola dan boneka yang lembut)
  • Menimang dan bersenandung

 

 

 

 

  1. Usia 6-9 bulan
Ciri-Ciri Perkembangan
Anak memperlihatkan perkembangan fisik untuk melakukan kegiatan berdiri, merambat, dan mulai berjalan.
Karakteristik Perkembangan Contoh kegiatan yang dapat dilakukan oleh orang tua
Anak mampu:

  • Menggerak-gerakkan mainan, membanting
  • Mengambil dengan tangan kanan dan kiri
  • Bersuara ma….ma….da..da..ta..ta
  • Menjimpit
  • Duduk seimbang
  • Bertepuk tangan
  • Berdiri dengan berpegangan dan berjalan merambat
  • Menyentuh dan mengeksplorasi bagian-bagian tubuhnya
  • Melambaikan tangan, tersenyum dan merespon bila dipanggil namanya
  • Menunjukkan gambar-gambar dan menyebutkan nama gambar
  • Membacakan dongeng
  • Memberi mainan untuk digenggam
  • Menyediakan benda-benda kecil yang aman bagi anak (misalnya kismis) untuk dijimpit
  • Mengajak bernyanyi dan bertepuk tangan

 

 

 

  1. Usia 9-12 bulan
Ciri-Ciri Perkembangan
Anak mulai berlatih mandiri seperti memegang sendok dan gelas dengan bantuan orang dewasa. Anak mulai tergantung pada satu pengasuh.
Karakteristik (tingkat pencapaian) Perkembangan Contoh kegiatan yang dapat dilakukan oleh orang tua
Anak mampu:

  • Menggunakan sendok dan minum sendiri  dengan dua tangan memegang gelas
  • Berdiri  lepas dengan badan tegap
  • Berjalan dengan bantuan
  • Memasukkan mainan ke cangkir
  • Tertawa dan bermain dengan orang lain
  • Menunjuk dan meminta
Memanggil namanya dan mengajaknya melambaikan tangan

  • Meletakkan anak pada tempat yang dapat dijadikan pegangan untuk berdiri (misalnya meja, kursi yang kokoh)
  • Mengajak  anak bermain  dan bertepuk tangan dengan posisi duduk
  • Mengajari anak makan sendiri menggunakan piring dan sendok
  • Memberikan kesempatan anak minum sendiri menggunakan gelas plastik kecil
  • Latih anak berjalan dengan bantuan (dititah)
  1. Usia 12-18 Bulan
Ciri-Ciri Perkembangan
Anak mulai berjalan bantuan dan berlari, mengucapkan 1 kata atau lebih dan mengetahui maknanya.
Karakteristik (tingkat pencapaian) Perkembangan Contoh kegiatan yang dapat dilakukan oleh orang tua
Anak mampu:

  • Berjalan  tanpa bantuan orang lain
  • Naik turun tangga dengan berpegangan
  • Berlari
  • Mencorat-coret ketika diberikan alat tulis
  • Meremas kertas
  • Membuka-buka lembar
  • Mengambil benda kecil dengan ujung ibu jari dan jari telunjuk
  • Menyatakan 1 kata atau lebih dan tahu artinya

 

  • Memberikan berbagai macam jenis kertas untuk dirobek dan diremas (dapat menggunakan berbagai kertas bekas yang bersih difungsikan untuk diremas-remas)
  • Mengajak anak menyanyi dengan bertepuk tangan dan menggerakkan badan
  • Mengajari anak berjalan dengan alas kaki dan tanpa alas kaki
  • Mendampingi anak naik turun tangga
  • Mengajak bicara dengan kata-kata yang jelas pada anak
  1. Usia 18-24 Bulan
Ciri-Ciri Perkembangan
Anak dapat berjalan, berlari dan menyatakan dengan 2 kata atau lebih dan bermakna. Anak dapat melakukan kegiatan yang bersifat  pribadi seperti ke kamar mandi, mengenakan pakaian dan sepatu

 

Karakteristik (tingkat pencapaian) Perkembangan Contoh kegiatan yang dapat dilakukan oleh orang tua
Anak mampu:

  • Menarik, memutar, mendorong benda-benda disekitarnya
  • Mengenal benda dengan perabaan (kasar dan halus)
  • Mengenal suara-suara orang disekitarnya
  • Menunjukkan dan menyebut nama bagian tubuh
  • Menyatakan 2 kata yang bermakna
  • Mengerti 1 perintah
  • Mengenal dan menyebutkan nama benda
  • Bertepuk tangan dan menggoyangkan tubuh mengikuti irama
  • Melompati garis dengan dua kaki
  • Suasana hatinya sering berubah-ubah

 

  • Mengajak anak bercakap-cakap
  • Anak diminta menyebutkan bagian-bagian tubuh
  • Menyentuhkan anak pada berbagai permukaan benda dan sebutkan (misalnya, “ Adi, ini kasar, dan ini halus”)
  • Memberikan pilihan kegiatan lain/alihkan jika sekiranya anak melakukan tindakan yang membahayakan/merusak.

Daftar Pustaka

Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini Dirjen PLS dan Pemuda Depdiknas (2002). Acuan Menu Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini.

Permendiknas (2009). Standar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta

Hetherington. E.M (1999). Child Psychology: A Contemporary View points. 5th ed. Mc Graw Hill Companies. The International Edition.

Monks, F.J. Knoers. A.M.P dan Haditono S.R (2002). Psikologi Perkembangan: Pengantar dalam berbagai bagiannya. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Oberlander, June R. (2005).  Slow and Steady: Get Me Ready. (terj.) Jakarta: Primamedia Pustaka.

Santrock, J.W (2004).  Child Development. 10th ed. Mc. Graw Hill Companies. The International Edition.

 

Siti DonatirinSiti Donatirin, SP., M.Pd., adalah pamong belajar muda pada Balai Pengembangan Kegiatan Belajar Daerah Istimewa Yogyakarta.