Jakarta (10/12) Insentif pamong belajar yang sudah lama ditunggu-tunggu akhirnya dapat dicairkan. Sejak tanggal 5 Desember yang lalu dilaporkan sebagian pamong belajar sudah menerima insentif pamong belajar sebesar Rp. 2 juta di rekening masing-masing. Paling tidak insentif ini bisa membuat pamong belajar tersenyum menyambut tahun baru.

Insentif pamong belajar tahun ini diterima sebagai bentuk penghargaan kepada pamong belajar untuk meningkatkan motivasi kerjanya. Berbeda dengan tahun kemarin, insentif tahun ini tidak disertai kewajiban menyusun karya tulis ilmiah. Kegiatan penulisan karya tulisa ilmiah sudah dilakukan melalui kegiatan pengembangan profesional berkelanjutan pamong belajar.

Untuk itu kepada pamong belajar untuk melakukan pengecekan segera ke rekening yang digunakan untuk mengajukan insentif pamong belajar. Bagi pamong belajar yang sudah menerima insentif berkewajiban untuk:

  1. Membayar PPh pasal 21 di Kantor Pelayanan Pajak masing-masing, dengan ketentuan golongan II tidak dipotong, golongan III sebesar 5% dan golongan IV sebesar 15%.
  2. Membuat surat pernyataan yang dibubuhi materai Rp. 6.000,00
  3. Fotokopi halaman buku tabungan bukti tanda masuk transfer.

Pajak disetorkan oleh setiap penerima insentif berdasarkan NPWP masing-masing. Tidak disetor secara kolektif. Lembar 5 Surat Setor Pajak atau SSP (untuk arsip wajib pungut atau pihak) merupakan dokumen yang dikirim ke Dit P2TK PAUDNI. Sedangkan untuk contoh format Surat Pernyataan dapat diunduh di sini.

Ketiga dokumen di atas yaitu (1) lembar 5 SSP; (2) surat pernyataan, dan (3)  fotokopi halaman buku tabungan bukti tanda masuk transfer dikirim secara kolektif bersama satu unit kerja (UPT/UPTD) ke Subdit PTK Dikmas Dit P2TK Ditjen PAUDNI Kemdikbud up. Ika Ridhayanti Gedung C Lantai 13, Jend. Sudirman, Senayan, Jakarta 10270.

Insentif pamong belajar ini sempat tidak jelas nasibnya karena di awal tahun 2012 diketahui tidak dialokasikan dalam RKAKL baik di direktorat maupun di UPT (PPPAUDNI/BPPAUDNI). Akhirnya dengan berbagai lobi dan tak lupa IPABI melakukan pendekatan serta mengirimkan surat resmi akhirnya insentif pamong belajar dapat dialokasikan melalui APBN P. Untuk itulah kerja keras Direktorat P2TK PAUDNI, khususnya subdit PTK Dikmas, patut diapresiasi sehingga insentif pamong belajar akhirnya datang juga. [fep]